RULES OF WONDERLAND

ANNYEONG HASEYO READERS TERCINTA

 

WTTW

Di setiap tempat dimanapun itu pasti ada peraturannya dong, setuju gak? *krik krik krik* Nah di sini juga ada peraturannya, gampang kok peraturannya. Chek this out~

1. Read, Like and/or Comment. Chingudeul terdampar di sini pasti karena nyari fanfiction yang seru kan? Nah buat nentuin fanfiction di sini seru atau enggak pasti chingudeul berkomentarkan? *nanya mulu nih* Kita gak bakal tau sesuatu yang kita kerjain itu baik atau enggak kalo gak ada komentar apapun dari orang lain. Maka dari itu, di sini Thalia butuh komentar-komentar kalian. Kalo bagus ya monggo chingu komentar atau kalo emang bingung harus komentar apa ya boleh like aja, but both of them (like & comment) is better. ff di sini ada yang gak seru dan gak bagus *banyakan gak serunya deh kayaknya di sini* ? Chingu bisa komentar tentang kekurangan ff buatan Thalia di box comment yang udah ada. RCL itu juga termasuk salah satu menghargai karya orang lain loh, chingudeul pastinya menghargai karya orang lain dong, ya kan?

2. Masih berhubungan sama poin pertama. “Aduh kalo komentar di blog ribet deh, makanya gak komentar terus jadi siders deh” NAH! Di sini Thalia ada solusinya, chingu bisa comment tentang ff di Thalia’s wonderland di twitter Thalia (@ThalsWonderland). Cara commentnya gampang : @ThalsWonderland Komentar readers #JUDULFF tapi sebelum kirim komentar di twitter, follow dulu akun Thalia hahaha biar kita bersimbiosis mutualisme *halah*

3. Masih berhubungan sama poin 1 & 2, DILARANG KERAS UNTUK KOMENTAR DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA YANG SARA & SARU (bahasa kasar) :). Sebagai warga negara Indonesia yang baik dan Kpopers yang berpendidikan, sebaiknya kita menggunakan bahasa-bahasa yang baik, owkeh?

4. DILARANG KERAS UNTUK MENG-COPY PASTE ISI BLOG THALIA’S WONDERLAND TANPA IZIN DAN PERSETUJUAN THALIA. Karena untuk menghindari tuduhan plagiatisme (?), dan sebaiknya kalo readers sekalian ada yang ingin me-repost ff Thalia dan sudah membuat kesepakatan bisa mencantumkan nama author (Thalia Muse) dan source blog ini 🙂

5. DILARANG KERAS UNTUK PLAGIAT. Karena plagiat itu tidak baik untuk kehidupan di masa depan kita semua hahahahaha

Okay sekian cuap-cuap dari Thalia. Semoga semua readers di sini bisa mengerti dan gak ada lagi kata-kata SIDERS di sini. Karena kalo Thalia gak dapet komentar dari kalian, Thalia bisa jadi orang yang terus merasa puas dan gak tau dimana kesalahan karya-karya Thalia hahaha.

Owkeh let’s be friend chingudeul, Thalia loves readers

Once again…

WELCOME TO THALIA’S WONDERLAND

GAMSAHAMNIDA 🙂

Will You be Alright?

WYBA

Genre                   : Romance, Hurt

Cast                       : Han Mirae (OC), Yong Junhyung

Disclaimer           : If the pain can change me as the stronger one, let me give you a bunch of wilted calyxes as the present for giving this hurtful pain.

 

Will You be Alright?

Saat berjalan sendiri tanpa siapapun yang menemani, tanpa seseorang yang kita kenal secara tidak sadar akan membawa kita ke dalam suasana yang lebih melankolis. Saat berjalan sendiri,  kita terlarut dalam pikiran kita sendiri. Saat berjalan sendiri, terkadang bayangan masa lalu pun seketika melintas dalam pikiran. Seperti hari ini, di malam yang sangat dingin ini.

 

Aku berjalan sendiri menyusuri jalanan kota yang dipenuhi oleh lautan manusia yang memiliki kesibukan masing-masing. Aku berjalan sendiri di tempat yang sangat ramai dan riuh di saat sesuatu di dalam sini terasa  masih sangat sepi. Aku berjalan sendiri mencari keramaian yang dapat mengusir kehampaan ini. Aku berjalan sendiri untuk mengusir semua bayangan masa lalu yang masih datang secara tiba-tiba.

 

Dinginnya angin yang berhembus terus menusuk ke dalam tubuhku. Riuhnya suara-suara dari berbagai arah terus begema melewati telingaku. Tetapi pikiranku terus melayang entah kemana, terus melayang memikirkan bayangan yang ingin ku hapuskan. Bayangan yang seakan mempermainkanku di saat seperti ini.

 

Tanpa sadar dengan langkahku, aku sudah berdiri tepat di depan kedai yang selama ini tidak ingin ku singgahi. Kedai yang tak bersalah namun terlihat sangat berdosa di mataku. Kedai yang menjadi saksi bisu keberadaan bayangan masa lalu yang ingin ku hapuskan. Bayangan yang belakangan ini menyeruak masuk ke dalam pikiranku.

 

“Aku terus berpikir tentang ini. . . Tentang hari ini. . . Di sini. . . Tentang kita” Sangat berat untuk meluncurkan kata sebanyak ini. Sangat berat untuk melihat reaksinya saat mendengarkan kalimat ini dari bibirku. Sangat berat untuk merasakan suasana seperti ini. Suasana yang selama ini terus ku pikirkan dan menjadi ketakutan tersendiri untukku.

“Mungkin ini terlihat bodoh, meskipun ini memang sangat bodoh.” Sungguh, mulai detik ini aku pasti sudah menjadi wanita terjahat di depannya.

 

“Wae?” Untuk pertama kalinya ia merespon dengan raut wajah yang sulit diartikan setelah sekian ribu detik ia hanya berdiam diri menatapku penuh kegelisahan.

 

“Aku berpikir kita tidak dapat melanjutkan ini semua” Kalimat itu meluncur begitu saja. Aku melihatnya. . . aku melihat raut kecewa. Aku melihat sorotan kebingungan di matanya. Aku melihat pundaknya merosot tak berdaya.

 

I hate that you look sorry and sad

 

“I’ll fix it. I will be the one who you want.” Ia meraih kedua tanganku dan menggenggamnya dengan sangat erat. Hangat. Ia menatap kedua mataku dengan sungguh-sungguh. Tatapan yang sangat lembut. Ia menahanku dengan sangat lembut dan hati-hati.

 

Telingaku seakan tuli, mataku seakan buta, dan perasaanku seakan musnah saat mendengar kalimat darinya. Entah apa yang aku pikirkan. Aku terlalu lemah dan lelah untuk semua ini. Aku terlalu rentan untuk terus seperti ini, untuk terus berada di sampingnya.

 

This might be our last time so please smile

 

Dengan berat hati aku melepaskan genggamannya yang hangat. Ia sedikit mematung dan mentapku tak percaya. Sorotan matanya menunjukkan beribu pertanyaan yang harus ku jawab. Tapi egoku terlalu besar, aku ingin mengakhiri semua ini. Meskipun aku akan menjadi wanita terjahat yang pernah ia temui, meskipun ini akan terasa menyakitkan, dan meskipun semuanya akan berubah seratus delapan puluh derajat. Aku harus mengakhiri ini. Semuanya akan menjadi baik-baik saja dan rasa sakit ini akan menghilang dengan sendirinya. Semua kesakitan ini akan musnah tergantikan oleh kebahagiaan yang akan kita temukan sendiri nantinya.

 

“Gomaweo, Yong Junhyung. You were the best” Hanya itu yang dapat kuucapkan. Hanya kalimat itu. Aku terus bergegas mencoba berlari menjauhi kedai itu. Menghindari dirinya untuk tidak melihat kesedihan ini. Menghindari dirinya melihat air mataku. Menghindarinya untuk selama-lamanya.

 

Entah kemana aku berjalan, yang ku tau ia tak mengejarku. Yang ku tau mataku sekejap membengkak. Yang ku tau aku sulit bernapas dan terus tersengal. Sesak. Sakit. Hampa.

Mianhae, Yong Junhyung . . .

 

Mungkin tidak seharusnya aku menyalahkan apapun tentang bayangan masa lalu. Mungkin memang seharusnya aku tidak menyalahkan kedai ini dan mungkin juga aku tidak pantas untuk menyalahkan bayangan masa lalu yang terus datang belakangan ini. Karena, yang memutuskan semua ini adalah diriku sendiri. Sudah seharusnya aku tidak menyalahkan apapun.

 

Saat memasuki tempat ini, hawa itu kembali menyeruak di dalam pikiranku. Semua terasa masih sama seperti beberapa waktu lalu. Senyum ramah dari bibi pemilik kedai dan interior yang mempercantik tempat ini pun masih sama. Hingga aku memutuskan untuk mencari sebuah tempat yang membuat bayangan masa lalu itu semakin berkobar.

 

Aku berharap ini hanya ilusi. Aku berharap ini tak benar-benar nyata. Bayangan itu benar semakin berkobar. Bayangan itu seperti nyata. Bayangan itu menatapku sangat dalam. Waktu seakan dengan suka rela beristirahat dari pekerjaannya untuk kami berdua, aku dan Yong Junhyung. . .

 

Will you be alright even if I’m not by your side?

You get lonely so easily so even if you’re alone

 

Sorotan matanya sangat berbeda hingga aku hampir tak mengenali sosoknya. Sorotan mata yang penuh dengan kekacauan. Sorotan mata yang menunjukkan kesendirian dan kehampaan. Aku memang sudah menjadi wanita terjahat untuknya. Sudah seharusnya aku menjauh darinya. Ia terlalu baik untuk ini.

 

Will you be alright without me?

Because you’re so clumsy at everything without me

 

Rasa bersalahku kembali hinggap di pikiran ini saat ia berjalan melewatiku seperti orang asing. Kehampaanku kembali muncul saat ia meninggalkan kedai ini. Rasa sakitnya seperti memantul kepadaku saat dirinya berjalan menjauhi kedai ini.

 

Salahkah keputusanku saat itu? Salahkah aku memutuskan ini semua? Salahkah aku telah membuatnya seperti ini? Salahkah aku tidak berada di sampingngya lagi? Salahkah aku?

 

Will you be alright without a person to argue with?

Wilthout a person to joke around and laugh with?

If it’s okay with you . . .

Good Luck

GD

Genre        : Romance, Hurt

Cast           : Yong Junhyung, Han Mirae (OC)

Disclaimer : You will never know what the hurt is until you feel how the hurt is 🙂

 

Good Luck

Malam semakin terasa seiring segerombolan angin terus memaksa menyelusup melewati tumpukan kain yang menempel di atas kulitku. Malam semakin terasa seiring jalanan yang riuh dan ramai menerobos begitu saja saat diri ini merasakan kekosongan yang mendalam.

 

Entah untuk apa dan mau kemana kaki ini melangakah. Malam ini terasa sunyi untuk diriku sendiri. Mencoba untuk mengatakan “You will be alright” dengan sepenuh hati dan penuh dengan keikhlasan, namun saat mencoba mengatakan kalimat penyemangat itu hati ini dihujam dengan beribu-ribu rasa sakit dan hampa.

 

Aku mencoba untuk tidak menempatkan diri sebagai orang yang paling menyedihkan dan mengenaskan di dunia ini, karena aku memang tidak. Namun aku tidak senaif itu. Aku merasa terbuang. Aku merasa diriku telah hilang dibawa oleh lautan orang-orang yang berlalu lalang di jalanan ini.

 

Hingga kaki ini berhenti semaunya. Berhenti tepat di sebuah kedai yang tidak bersalah yang belakangan ini harus menerima kutukanku. Aku duduk seperti biasanya. Aku menempatkan diri pada meja yang sama seperti biasanya. Aku pun memesan makanan yang sama seperti biasanya. Yang tak seperti biasanya adalah hatiku. Yang tak seperti biasanya adalah sesuatu di hadapanku. Tak ada lagi wanita yang selalu melemparkan senyuman indahnya kepadaku. Yang ada hanyalah sebuah bangku kosong yang membelakangi meja lainnya. Hampa. Kosong.

 

Why you leave me alone?

 

Seketika bayangan itu kembali muncul di hadapanku. Bayangan yang belakangan ini ku rindukan dan ingin ku musnahkan dalam satu waktu. Bayangan yang enggan beranjak dari sudut hati ini. Bayangan seseorang yang selalu mengisi hariku, dulu. . .

 

 

Aku hanya bisa membalas pandangannya yang terlihat berbeda dari biasanya. Aku hanya bisa membungkam mulutku saat ia menutup rapat bibirnya. Aku terus berpikir tentang kejadian kemarin, hari sebelum kemarin, dua hari sebelum kemarin, satu minggu, satu bulan, hingga satu tahun sebelumnya. Aku masih mencari setitik kesalahan yang membuat dirinya seperti ini. Aku masih mencoba untuk mencerna apa yang membuatnya seperti ini. Aku masih tak bisa menemukannya hingga detik keseribu delapan ratus lima puluh enam ini.

 

Kami terus seperti ini di saat waktu terus berjalan memenuhi tugasnya. Kami terus seperti ini di saat es yang tercampur di dalam minuman semakin mencair dan menyatu dengan minuman itu. Kami terus berada di dalam posisi seperti ini hingga uap panas yang sebelumnya terus menyembul ke atas dari mangkuk kami menghilang. Kami terus seperti ini hingga ia akhirnya menghela nafasnya dengan berat.

 

“Aku terus berpikir tentang ini. . . Tentang hari ini. . . Di sini. . . Tentang kita” Kata-kata itu meluncur dengan berat dari bibir mungilnya dan ia menundukkan kepalanya. Semakin membuatku bertanya. Semakin membuatku merasa bersalah.

“Mungkin ini terlihat bodoh, meskipun ini memang sangat bodoh.”

 

“Wae?” Entah mengapa aku meluncurkan kata itu dengan sedikit berbisik

 

“Aku berpikir kita tidak dapat melanjutkan ini semua” Ia menatapku dengan sangat kacau

 

Kami kembali terdiam. Terdiam seperti beberapa ribu detik yang lalu, yang membedakan hanyalah sorotan matanya. Ini semakin membuat gila dan tak mengerti.

 

“I’ll fix it. I will be the one who you want” Aku mencoba meraih kedua tangannya yang lembut. Aku menggenggamnya dengan sangat hati-hati seolah kedua tangannya adalah sebuah barang berharga yang mudah tergores.

 

Ia hanya menggelengkan kepalanya dan kembali menunduk. Tak lama setelah itu ia melepaskan kedua tangannya dari genggamanku. Ia menolak kesungguhanku. Menolak memandang kedua mataku. Menolak menyatukan tangannya denganku.

 

“Gomaweo, Yong Junhyung. You were the best” Ia memandangku sekilas dengan cepat meninggalkanku di sini yang masih berkutat dengan pikiranku mencari alasan semua ini dan mencerna semua perkataannya. Ini terlau bodoh.

 

Right now you’re leaving me behind

 

Seperti sebuah roda yang berputar sangat kencang, kejadian itu berputar begitu saja. Aku tak dapat menahannya. Tubuhku seperti dihujam ratusan bongkahan es, membeku dan mati rasa. Aku membeku tak tau apa yang harus ku lakukan detik berikutnya. Seluruh jiwaku dan ragaku seperti tak bisa merasakan apapun, termasuk hati ini yang seakan mati… rasa.

 

Seketika pikiranku dibuyarkan oleh suara lonceng yang terpasang di atas pintu kedai, pertanda seseorang telah datang. Mungkin lonceng itu sudah berdenting untuk kesekian kalinya sejak aku memasuki kedai ini, namun untuk kali ini berbeda.

 

Entah aku yang mulai berhalusinasi atau memang ini sebuah kenyataan yang sesungguhnya aku nantikan, aku melihat seseorang yang bayangannya masih enggan untuk beranjak dari sudut hatiku. Seseorang yang pernah mengisi kekosongan dan kehampaan ini. Seseorang yang biasanya duduk berhadapan denganku di sini.

 

Seperti sebuah keajaiban. Seperti sebuah mimpi. Aku merasakan semua yang berada di sekeliling kami, kecuali aku dan dia, membeku. Aku merasa seperti waktu dengan suka rela menghentikan tugasnya untuk kami berdua. Kami saling bertukar pandang. Ia masih sama. Tak ada yang berbeda dari dirinya. Tak ada… aku baru menyadari sesuatu yang berbeda pada dirinya. Pandangan matanya memancarkan sebuah kesakitan yang ia tanggung di dalam dirinya. Pancaran penuh rasa dendam dan terkhianati terpancar jelas saat aku memperdalam pandanganku padanya.

 

Seperti tak dapat melawan takdir. Seperti tak dapat menyingkirkan kehendak pencipta, aku hanya bisa memandangnya dari belakang saat ia mulai berbalik dan memutuskan pandangannya padaku. Rasa itu kembali datang. Hampa. Kosong. Sakit. Namun, perlahan aku mencoba menguasai diriku dan disaat yang bersamaan aku mencoba menanamkan sebuah pikiran di dalam sini. She will be alright without me even I’m still trying to be alright without her.

 

Baby good luck to you

You have to be happy

Whoever you meet

You have to be happier

 

My Sister’s Groom [PART 5]

MSG 1

Author        : Thalia Muse

Genre          : Romance

Cast              : Choi Hara (OC) | Lee Donghae | Choi Hana | Kim Jongwoon (Yesung) | Kim Kibum | Others

Disclaimer     : Setalah berabad-abad bersembunyi dari peradaban, akhirnya author kambek dengan My Sister’s Groom yang gaje nan mempesona ini(?). Sekali lagi, diperingatkan! Ff yang gaje bin absurd ini murni dari otak author. Jalan ceritanya milik author, Lee Donghae dan cast lainnya milik bersama hahahahaha. Sorry for typos in  everywhere. Happy Reading ^^

 

 

 

My Sister’s Groom Part 5

Seandainya aku dapat memutar waktu

Aku akan memperbaiki ucapan bodohku

Read More

White Gardenia

WG

Author            : Thalia Muse

Cast               : Lee Sungyeol, Kim Youngeun (OC), Infinite members.

Disclaimer     : Terinspirasi dari bunga cantik yang punya arti cantik juga, White Gardenia ^^. Alur cerita murni dari otak saya. Maaf kalau klise atau sebagainya. Maaf juga kalau ada kesamaan cerita. Tapi kembali ke pernyataan bahwa alur cerita ini murni dari otak saya (._.)v. Maaf juga untuk Typo(s) yang bertebaran 😀

Happy Reading ^^

White Gardenia

“Saranghae…” Seorang pria tampan menggenggam tangan gadis yang ada di hadapannya.

Gadis itu hanya menunduk, tak berani mendongakkan wajahnya. “Oppa, mianhae. Aku tidak bisa..”

“Gwenchana …” Read More

Breath

Breath

Author         : Thalia Muse

Genre         : Romance, Hurt

Cast           : Kim Jonghyun

Han Sena (OC)

Disclaimer : Fanfiction ini terinspirasi dari lagu Breath-nya SM The Ballad, tapi entah kenapa malah jadi kayak gini ceritanya. Alurnya murni asli dari otak Author sendiri dibantu pemahaman lirik yang dicari dari gugel. Happy reading mmmuaaahhh :3

BREATH

Because it hurt too much, we promised to let each other go

But watever i’m not sure i can do it

Read More

My Sister’s Groom [Part 4]

 

MSG 1

Author         : Thalia Muse

Genre         : Romance

Cast           : Choi Hara (OC/YOU) | Lee Donghae | Choi Hana | Park Haneul | Others

Disclaimer : Setelah lost in Kelud akhirnya si author bisa ngelanjutin fiction yang absurd ini. Sekali lagi, fanfiction ini absurd stadium akhir. Mohon maaf lahir dan batin jika ada kesamaan nama, tempat, dan karakter. Sumpah demi ribuan ikan di laut, fanfiction ini murni dari otak author yang absurdnya gak bisa ketolong lagi. HAPPY READING :3

 

 

My Sister’s Groom Part 4

Saat dirimu ingin mempertahankan kehidupan manusia lain yang sudah terangkai indah walau rumit, apakah kau dapat bertahan selamanya?

 

Apakah kau berani mempertaruhkan hidupmu?
Read More

Lavender | Drabble

LAVENDER_ThalsWonderland2

Tittle             : Lavender

Author           : Thalia

Genre           : Romance, drabble, fluff –mungkin-.

Cast              : B.A.P Jung Daehyun

                        Kim Ji Eun (OC)

Warnings    : typos, misstype, gaje, abal, alay, mendayu-dayu, menjijikan, klise -,-.

Disclaimer  : Mohon maaf jika ada kesamaan tokoh, latar, atau cerita tapi jalan cerita murni berasal dari otak saya. Cast *si cowok ganteng* maunya milik saya juga, tapi sayang bukan T.T *orang gaje*

Yak, langsung saja..

Happy Reading ^^
Read More

My Sister’s Groom [Part 3]

Donghae-Super-Junior-Photoshoot-Cosmopolitan-Mars-2013-4-590x755

Author                   : Thalia Muse

Genre                   : Romance

Cast                     : Choi Hara (OC/YOU) | Lee Donghae | Choi Hana | Park Haneul | Others

Disclaimer           : Fanfiction yang absurd ini origanal dari otak sang author dan pasti gak ada yang nyamain fanfiction seabsurd dan segaje ini, kalaupun ada mungkin hanya kesamaan nama karakter karena nama karakternya juga punya “istri” banyak dan pasti  fanfiction yang ada si tokohnya banyak juga Hahahahaha dan mohon maaf lahir batin kalo nemu typo, karena typo adalah seni menulis (?) ❤ ❤

My Sister’s Groom Part 3

Dua insan dipertemukan dengan cara yang berbeda-beda dan dengan akhir yang berbeda juga

dan…

Cinta pertamamu belum tentu cinta terakhirmu


Read More

The Day You Went Away [Prolog]

So much I need to say

Andaikan di dunia ini tidak ada cinta dan tidak ada dua insan yang menciptakan indahnya cinta, apakah dunia masih akan terlihat indah? Akankah dunia masih terlihat berwarna? Akankah rasa hilang, rasa memiliki, dan rasa sakit hati akan musnah?

Andaikan aku dan kamu tidak pernah dipertemukan, apakah kita akan saling mengenal?
Read More